Minggu, 15 Februari 2015

Sejarah Payung Transparan di Jepang


Sejarah Payung Transparan di Jepang - Sering kita lihat di drama, kalau orang Jepang selalu menggunakan payung transparan saat hujan ya?

Ternyata payung jenis ini ada sejarahnya loh!

Di Jepang, ada sebuah toko grosir payung bernama "Dakeda Chou-Gorou Shouten" yang didirikan sejak 1721.

Kemudian ditahun 1949 Mitsuo Sudou yang baru kembali dari Siberia dan ia menjadi pemilik toko grosir payung ini. Setelah Perang Dunia II berakhir, pasar sudah dimiliki oleh pihak produsen yang lebih besar.

Disinilah Mitsuo Sudou merasa bahwa ia harus menemukan produk baru yang menjual.

Maka Mitsuo menggunakan plastik untuk melapisi payung-payung yang ia jual. Payung Mitsuo akhirnya laku keras.

Sekitar tahun 1950, bahan nylon ditemukan. Bahan ini sangat cocok untuk dijadikan payung. Nylon berbahan ringan, dan bisa menahan air. Payung ciptaan Mitsuo pun tergeser dari peminat.

Di tahun 1958, Mitsuo kembali membuat payung plastik. Namun payung plastik ini masih berwarna putih susu. Sayangnya, payung ini kurang laku. Toko grosir yang menjual payung-payung berbahan kain nylon menganggap payung plastik sebagai saingan dan tak mau menjualnya di toko mereka.

Eiitss, tak disangka seorang Amerika tertarik dengan payung plastik Mitsuo dan membawa payung-payung plastik tersebut ke Amerika. Di tahun 1964, payung ala Mitsuo ini laris manis di Amerika.

Di akhir tahun 60-an payung plastik transparan menjadi gaya terkini di Jepang.

Beneran deh. Mitsuo Sudou ini benar-benar orang yang "shichiten hakki" ya.


ANEHnya PAYUNG:

* Payung Terbesar di Dunia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Supported By Mael For You