Jumat, 28 Oktober 2016

Seniman Dengan Teknik Melukis Paling Aneh

Seniman Dengan Teknik Melukis Paling Aneh - Seni lukis merupakan sebuah cara untuk mengekspersikan citarasa seni dari seorang seniman terutama para pelukis dan setiap memiliki gaya, ciri dan keunikan dalam aliran mereka sendiri untuk mengeskpresikan keesklusifan karya seni lukis mereka. Berbagai cara melukis dapat kita jumpai di dunia ini, dari yang normal hingga yang tidak terbayangkan oleh kita seperti ulasan dibawah ini.

Tim Patch - Pria ini menggunakan Alat Kelaminya sebagai Kuas untuk Melukis


Seorang Pria yang berasal dari Australia ini sepertinya sudah bosan menggunakan kuas yang biasa saja. Perkenalkan namanya adalah Tim Patch seorang pelukis nyentrik yang telah memutuskan untuk menggunakan kuas yang tak biasa dan hanya dia yang memilikinya, kuas yang juga selalu dia bawa kemana-mana dan sudah dia miliki sedari lahir, dia bahkan menamai kuas kesayanganya itu "Picasso" (Picasso yang asli pasti tak akan senang mengetahui namanya di gunakan unntuk kuas yang satu ini) dan kuas yang dimaksud Tim adalah Alat kelaminya sendiri. Tim akhirnya memutuskan untuk menggunakan alat kelaminya sendiri setelah lama merasa tak puas dengan hasil lukisan yang menggunakan kuas biasa, Tim yang memulai karir melukisnya dari jalanan ini, sejak menggunakan kuas ajaibnya mulai bisa tampil dan melakukan demo di berbagai acara yang bertemakan sex, tapi hal yang paling mengejutkan adalah lukisan hasil kuas ajaib milik Tim ternyata tak buruk, dan terlihat bagus, mengingat kuas yang yang digunakanya memiliki banyak keterbatasan.


Millie Brown - Melukis dengan cara Muntah 


Wanita ini bernama Milie Brown, seorang pelukis yang telah menciptakan sebuah teknik seni lukis yang bagi kebanyakan akan terdengar sebagai sesuatu yang menjijikan, Milie menyebut dirinya sebagai "Vomit painter" atau dalam bahasa Indonesia berarti "Pelukis Muntah" beberapa orang menyebut apa yang dilakukan oleh Milie sebagai seni, tapi tentu lebih banyak yang tidak sependapat, cara Millie melukis cenderung diluar kebiasaan para pelukis pada biasanya, untuk bisa menghasilkan satu lukisan Milie harus meminum susu yang berwarna-warni lalu kemudian berusaha memuntahkan di sebuah kanvas putih untuk menghasilkan sebuah lukisan bergaya Abstrak. Butuh waktu lama bagi Millie untuk bisa menguasai teknik "Regurgitasi" (memuntahkan makanan lewat rangsangan pada tenggorokan) sampai bisa menghasilkan lukisan yang sesungguhnya. Salah satu lukisan Millie yang berjudul "Nexus Vomitus" anehnya terjual dengan harga $ 2.400, dan digunakan sebagai latar dalam pertunjukan opera akustik yang diperankan oleh Patricia Hammond dan Zita Syme.


Vinicius Quesada - Melukis dengan Darah

  
inicius Quesada adalah seorang seniman jalanan yang sanat berbakan dari Brazil. Dia dikenal suka menambahkan elemen kejutan dalam karya seninya. Dan itu benar-benar ditunjukan dalam karya seninya yang berjudul "Blood Pies Blues" (Darah dan Urine dalam harmoni), yang dibuatnya benar-benar menggunakan apa yang dia jadikan judul dari lukisan itu yaitu Darah Dan Urine. Seniman jalanan asal Brasil ini berhasil membuat seni psychedelic (penggunaan warna yang cerah dan kontras) dengan sangat rinci dalam karyanya yang bergambar Geisha Berpedang, Monyet yang sedang merokok, dan  dan gambar apokaliptik lainnya.

Vini mengaku hanya menggunakan darahya sendiri, dan hanya bisa mendapat sekitar 450 ml setiap dua bulan sekali, darah itu diambil dirumah sakit dengan bantuan orang yang ahli, Dia mengaku tak pernah menggunakan darah orang lain dan menyebabkan kerugian pada mahkluk apapun untuk lukisanya dan ini tak ada hubunganya dengan ritual agama atau pemujaan setang apapun karena dirinya merupakan seorang  Atheis. Seniman yang mengaku tengah vakum sejak bulan maret ini mengaku telah mengumpulkan banyak cadangan darahnya sendiri dan mesti banyak orang yang menawarinya darah mereka, dia selalu menolak dan berkata pada orang-orang itu untuk menyumbangkan darahnya ke palang merah yang lebih membutuhkanya dari pada karya seni miliknya.



 Seniman asal Amerika Kira Ayn Varszegi, menggunakan payudaranya sendiri yang berukuran 38DD sebagai pengganti kuas saat melukis, teknik melukis Kira sangat otentik tapi juga begitu sederhana, Ia hanya melumuri payudaranya dengan cat minyak kemudian menempelkanya ke kanvas dan sedikit menekanya agar cat itu menempel, proses ini diulanginya berkali-kali sampai dia mendapatkan kompinasi warna yang pas dan merasa puas pada hasil lukisanya. Kira mengaku tujuannya dari karya seninya adalah untuk membangkitkan emosi, dan memberi ruang baru dalam sudut pangdang keindahan, yang lebih penting lagi dia ingin membuat orang tersenyum dengan karya seninya, demi tujuanya itu Kira sempat menggunakan berbagi media yang berbeda untu melukis diantaranya, Sikat gigi, Sayuran dan juga bagian-bagian lain dari tubuhnya, meski lukisan Kira terdengar konyol Dia mengaku telah banyak menjual hasil lukisanya di Ebay dengan kisaran harga ratusan Dollar, dan bahkan mengklaim bahwa lukisanya telah terpajang di setiap dinding rumah yang ada di Amerika. 


Ani K - Melukis dengan Lidah


Mencari nafkah sebagai seorang pelukis memang sangatlah sulit, harus selalu bergumul dengan hal-hal yang kotor dan juga makan apapun yang bisa di temukan di dalam kulkas, bahkan jika itu bukanlah makanan. Tapi Ani K sepertinya berfikiran berbeda, Ia justru menggunakan lidahnya sebagai media untuk melukis dan bahkan melakukan itu secara teratur, aneh memang karena Ani K tak merasa mual ataupun sakit kepala akibat bau dari cat minyak yang Ia jilati. Tapi Ani mengaku pada saat dia mulai melukis menggunakan lidahnya, Dia juga mengalami sakit kepala yang parah dan juga rasa mual yang tak tertahankan akibat dari bau menyengat yang dihasilkan oleh cat minyak yang dia gunakan,  tapi setelah beberapa lama dia mulai terbiasa dan kebal terhadap bau cat. Sejauh ini Guru menggambar ini telah menyelesaikan 20 lukisan cat minyak, termasuk salah satu lukisanya berukuran 2,4m berjudul  Leonardo da Vinci The Last Supper, yang bergambar Yesus beserta murid-muridnya, lukisan ini sendiri dia selesaikan dalam waktu 5 bulan.


Chris Trueman - Melukis dengan Semut Mati
 

  
Seniman Chris Trueman menggunakan media yang sangat tak biasa untuk melukis sebuah karya yang Ia beri nama  "Self-Portrait With Gun." (Foto Pribadi dengan Senapan), Trueman menggunakan lebih dari 200.000emut mati untuk membuat karya seninya ini, Lukisan ini sendiri merupakan representai Potret Adiknya yang sedang memegang senapan dalam bentuk seni lukis. Untuk membuat karya seninya ini Trueman harus melalui perang batin karena dia sebenarnya tak suka membunuh semut yang dia gunakan dalam lukisanya ini. Lukisan hasil karya Trueman yang tergolong berlumuran darah semut ini, ini telah ditawar dengan harga mencapai $35.000.


Sejatinya sebuah lukisan merupakan representasi jati diri dari seorang pelukis, namun yang menjadikan sebuah lukisan bermakna bukanlah cara untuk melukisnya melainkan apa yang digambarkan dalam lukisan itu sendiri.
    
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Supported By Mael For You