Senin, 19 Januari 2015

I Love You


I Love You - Perkenalkan, aku Fera. Aku masih duduk pada kelas 11 ^-^ . Aku itu perempuan yang aktif, gk terlalu pintar, biasa aja, dan mungkin kalau urusan pelajaran yang bikin otak sakit itu pasti nilaiku jelek semua. Kalau soal urusan keluarga dan teman ataupun sahabat tentu aku punya. Keluargaku, hanyalah keluarga kecil. Ada Ayah, Ibu, Kakak, dan aku. Kakakku itu laki-laki, jadi ya begitu sifatnya, dan aku gk mau bahas soal itu lagi. Kalau soal sahabat, aku punya 2 orang. Mereka adalah Christine dan Rinda. Kami sudah saling kenal sejak masih SD, yah jadinya sudah pasti sahabat dong! Aku hampir lupa, biasanya kan di setiap kelas itu pasti ada cowok/cewek populer ya kan? Tentunya di sekolahku juga ada. Ceweknya itu bernama Shasa, dia cantik, baik (mungkin, karena aku gk terlalu kenal), disukain banyak orang. Cowoknya itu bernama Albert, diliat dari namanya kayak Albert Einstein, dan memang Albert itu pinter banget kebetulan mereka berdua itu sekelas denganku. Dia itu udah pasti keren, baik (gk tau juga, tapi kelihatannya baik karena dia itu mudah bersosialisasi), dan mungkin itu faktor aku menyukainya.. >///< .

Hari Senin
Aku sudah berangkat ke sekolah. Sampai di sekolah aku cepat-cepat menaruh tas dan langsung lari ke lapangan karena ada upacara bendera. Untung saja gk telat, karena sih hobiku itu telat, karena suka begadang, hehehe. Christine dan Rinda sih mereka rajin, jadi sudah baris yang agak kedepan sana, kalau aku paling belakang ._. . Selesai upacara kami kembali ke kelas masing-masing. Kalau soal di kelas aku males menceritakannya, jadiâ?¦ aku SKIP ._.; . Saat jam istirahat aku hanya diam di kelas, memandangi Shasa dan Albert, mereka kelihatan akrab sekali. Aku jadi iri melihatnya

Christine: "Ah, jangan diliat terus, Ra!"
Rinda: "Iya, nanti kamu tambah sedih deh. Mending kita ke kantin aja, mau gk?"

Aku hanya menggelengkan kepala. Entah kenapa rasanya enggan sekali meninggalkan kelas ini.

Rinda: "Kan bener, pasti gara-gara mereka berdua kelihatan akrab ya?"
Aku: "Eh?! M-m-memang kenyataannya mereka deket, dan cocok. Kelak pasti mereka berdua sangat bahagia."

 Aku mengatakannya dengan sedikit rasa marah dan mungkin... cemburu.
Christine: "Iya sih, memang bener. Mereka itu deket banget! Sampai beredar gossip yang menyebutkan kalau mereka itu P.A.C.A.R.A.N!"

Aku dan Rinda hanya mengangguk. Mendengar hal itu rasanya aku tambah semakin cemburu. Tapi aku belum terlalu kenal dengan Albert, aku ingin mengenalnya lagi. Tapi bagaimana? Dia pasti sudah punya perasaan kepada perempuan lain.
Saat pulang sekolah aku memberanikan diri untuk berbicara kepada Albert, yang kedua kalinya. Albert pasti bersama teman-temannya.

Aku: "Ehm... eh ... A-a-albert!"
Albert: "Aku?"
Aku: "Ya."
Albert: "Kalian pulang saja dulu, aku bisa pulang sendiri kok."

Lalu teman-teman Albert pulang dan Albert berjalan ke arahku.

Albert: "Ada apa?"
Aku: "Ah, uhm, aku,"
Aku: "Gak bisa ngomong! Ngomong apa ya? Fera,,, pikir!" (dalam hati)
Aku: "Uhm, masih ingat aku?"
Albert: "Tentu. Masak teman sekelasnya sendiri tidak ingat? Fera, ya kan?"

Aku mengangguk dan pasti sekarang ini pipiku memerah...

Albert: "Jadi hanya itu?"
Aku: "Mungkin. Oh ya, hati-hati di jalan!"
Albert: "Makasih. Kamu juga hati-hati apalagi kamu cewek. Akhir-akhir ini kan banyak penjahat."
Aku: "Ya juga sih, tapi gk papa! Aku kan cewek kuat! Hehehe."
Albert: "Ya... kalau gitu sampai jumpa besok. Kalau ada perlu apa, aku siap menolongmu."
Aku: "Bener?"
Albert: "Gk. Benerlah! Biasanya aku juga sering membantu Shasa."
Aku: "Shasa... jadi memang bener, mereka pasti saling suka." (dalam hati)
Aku: "Aku boleh bertanya gk?"
Albert: "Silahkan,"
Aku: "Kenapa kau terlihat begitu dekat dengan Shasa? Bahkan hampir satu sekolah ini membicarakan tentang kalian berdua, dan katanya kalian sudah pacaran. Apa itu benar?
Albert: "Ah... kenapa tiba-tiba nanyak begitu?"
Aku: "Karena aku ingin tau!"
Albert: "Ini rahasia antara aku dan Shasa. Jadi kamu tidak boleh tau. Maaf."
Aku: "A-aku mengerti, jadi benar kalian pacaran tapi tidak mau mengakuinya. Tapi kalau disembunyikan terus menerus itu akan membuat hati sakit!"

Aku langsung pergi...
Sesampai di rumah, aku itu rasanya stres, depresi, frustasi, gk tau besok gemana kalau aku nanti ketemu sama Albert! Salah ngomong lagi! Walaupun sih ada benernya juga, tapi ya sudahlah!

Hari Selasa
Sudah di sekolah, rasanya hatiku itu tambah sakit... Albert dan Shasa itu deket banget! Nusuk gitu! Dan supaya aku gk bakal merasakan sakit itu lagi, kuputuskan untuk MENJAUHI ALBERT.
Setiap kali ia ingin bicara, aku langsung pergi. Aku tidak berbicara dengan Albert sama sekali.

Hari Rabu
Sama halnya dengan sebelumnya, tidak ada ngomong, tapi sebenarnya aku ingin sekali berbicara, bercanda, dan mengenal lebih dekat Albert, dan ingin tau siapa sebenarnya Shasa bagi Albert. Pulang sekolahnya, Shasa menemuiku.

Shasa: "Fera, ya kan?"
Aku: "I-iya, ada apa?"
Shasa: "Aku mencarimu atas suruhan Albert."
Aku: 'Kenapa gk Albertnya sendiri??!! Nyuruh pacarnya!!' (dalam hati)
Aku: "Terus..?"
Shasa: "Dia tanya, kenapa kamu tuh ngejauhi Albert? Memang dia ada salah sama kamu?"
Aku: "Mana mungkin aku berani dekat-dekat dengan pacarmu!! Aku itu bukan tipe cewek yang suka ngerusak hubungan orang lain tau!!"
Shasa: "Ah.. Hahahahahahaha!!"
Aku: "Kenapa ketawa? Seneng?!"
Shasa: "Ya ampun, jadi selama ini itu masalahnya!"
Aku: "Masalah apaan sih?! Gk ngerti aku! Ngomong tuh yang jelas!!" (Sifat burukku mulai keluar)
Shasa: "Ya sih, memang sebenarnya ini rahasia, tapi apa boleh buat, aku kasian denganmu. Tapi, kumohon jangan bocorin ya!"
Aku: "Apaan?!!"
Shasa: "Aku sama Albert itu saudara.. Jadi mana mungkin pacaran! Ya jadi alasan kami deket karena saudara itu aja. Pacaran? Gosip yang bohong itu.. Jadi, sekarang jangan salah sangka ya! Aku tau kok kamu suka kan sama saudaraku itu? Lebih tepatnya kakakku. Yah aku dan dia hanya selisih beberapa bulan saja.."
Aku: "Darimana kau tau kalo aku suka sama dia?!"
Shasa: "Itu ngaku :P "
Aku: >///< "Memang bener,.."
Shasa: "Aku saranin, besok dan seterusnya tolong mulai bicara dengan kakakku ya!"
Aku: "Ya.."

Hari Kamis
Berkat bantuan Shasa, adik Albert aku jadi bersemangat lagi!

Rinda: "Ada apa? Galaunya udah ilang?"
Christine: "Semangat amat."
Aku: "Hehehe.."
Shasa datang kearahku
Shasa: "Kumohon jangan beri tau sapa-sapa!"
Aku: "Iya iya"
Christine: "Jadi galaumu sudah ilang?"

Aku mengangguk

Rinda: "Baguslah."
Aku pulang lebih telat, karena ada tugas piket.. tadi pagi aku gk piket, LUPA.. :P Selesai piket, kulihat ada Albert disana.
Albert: "Sudah selesai?"
Aku: "Ngapain kau disini?!"
Albert: "Nungguin kamu, jadi kemarin.. kamu sudah bertemu adikku?"
Aku: "Ya."
Albert: "Kami gk pacaran. Ingat itu, aku gk mau kamu salah paham dan kamu malah jadi..."
Aku: "?"
Albert: "GK JADI!!" >///<
Aku: "Albert, sepertinya aku suka...."
Albert: "S-suka..?"
Aku: 'Jangan sekarang!' (dalam hati)
Aku: "Aku suka roti!! Ahehehe."
Albert: "Kalau gitu mau beli roti?"

Aku mengangguk
Kami bersama membeli roti.. rasanya menyenangkan. Langit mulai gelap, mendung, dan akhirnya hujan. Aku dan Albert gk bawa payung!! Gemana nih?!

Albert: "Sepertinya kita harus berteduh disini.."
Aku mengangguk sambil memakan roti yang tadi masih sisa
Aku: "Dingin."
Albert: "Pake jaketku!"
Aku: "Tidak usah.."
Aku tanpa sadar memegang baju Albert, dan spontan mengatakan
Aku: "Mungkin, tidak. Aku menyukaimu. Itu mengapa aku menjauhimu, karena kamu dekat dengan Shasa! Karena aku gk mau merusak hubungan kalian..!"
Albert: "Fera,,"
Aku: "Maaf.. maaf.. aku gk bermaksud apa.. dan alasan lain krn kamu disukain banyak cewek di sekolah, dan kamu.. kamu gk mungkin suka cewek yang biasa-biasa aj-..."
Albert: "Cukup!"
Aku: "eh"
Albert: "Merendahkan diri sendiri, gk malu apa?! Aku gk suka cewek yg kusukain merendahkan dirinya seperti ini!"
Albert: 'Ke-ke-keceplosan!!' (dalam hati)
Aku: "...HHHAAA??????!!!!!"
Albert: "Apa?!"
Aku: "Gk.., tapi kenapa?"
Albert: "Kepo!"
Aku: "Kasih tau!"
Albert: "Tidak akan!"

Tak terasa, hujan pun sudah reda.. Rasanya.. suasana hatiku lebih enak,

Albert: "Ayo pulang, akan kuantar kau." sambil mengulurkan tangan
Aku: "Ya!" :)

Kami berjalan bersama, sambil bergandengan tangan..

Aku: "I love you.."
Albert: ".... eh... m-m-makasih, i-i-i l-love you t-t-too,,"

Albert: 'Alasannya karena, saat pertama kali masuk SMA, dan saat banyak yang kesusahan kamu itu mau menolong mereka, walau belum saling kenal, kamu gk peduliin itu,, kamu tetep care sama mereka, dan waktu itu aku salah satu dari mereka. Berkatmu, aku berusaha meneladani kerja kerasmu itu.. dan hasilnya seperti sekarang ini, mungkin, mungkin itu salah satu faktor aku menyukaimu.'

~The End~
Thanks for reading!


ANEHnya LOVE:

* Bocah Meninggal Karena Ruang ICCU RS Dipakai Syuting "Love in Paris"
* Semangka Berbentuk Love dari Jepang

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Supported By Mael For You